Ticker

8/recent/ticker-posts

Konsep Pemikiran Ekonomi Presiden di WEF Davos

Lulus S1, Langsung S2 atau Kerja Dulu? Menimbang Gelar dan Pengalaman



JAKARTA, — Lulus Strata 1 (S1) kerap menjadi titik balik penting dalam perjalanan hidup seseorang. Di satu sisi, ada dorongan untuk segera melanjutkan studi ke jenjang Strata 2 (S2) demi meraih gelar yang lebih tinggi. Di sisi lain, peluang kerja terbuka lebar dan menawarkan pengalaman nyata di dunia profesional.

Pertanyaannya, mana yang sebaiknya dipilih: mengejar gelar atau mengejar pengalaman?

Gelar akademik masih memiliki nilai strategis, terutama di bidang pendidikan, riset, serta jabatan struktural tertentu yang mensyaratkan kualifikasi pendidikan lanjutan. Pendidikan S2 dapat membuka akses ke posisi yang lebih spesifik, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan kompetensi akademik.

Namun demikian, pengalaman kerja juga memegang peranan penting. Banyak perusahaan mempertimbangkan kemampuan praktis, keterampilan memecahkan masalah, serta rekam jejak kerja sebagai faktor utama dalam proses rekrutmen. Pengalaman sejak dini dinilai membantu lulusan memahami budaya kerja sekaligus membangun portofolio yang relevan.

Melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 segera setelah lulus S1 memiliki sejumlah kelebihan. Ritme belajar yang masih terjaga memudahkan adaptasi terhadap tuntutan akademik yang lebih tinggi. Selain itu, peluang beasiswa sering kali lebih terbuka bagi lulusan baru.

Lulusan S2 juga dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk jalur karier akademik maupun posisi strategis tertentu yang mensyaratkan kualifikasi pendidikan lanjutan.

Pilihan ini umumnya cocok bagi mereka yang telah memiliki tujuan karier yang jelas dan membutuhkan gelar tambahan sebagai syarat utama.

Di sisi lain, bekerja setelah lulus S1 memberikan pengalaman langsung di dunia profesional. Lulusan dapat mengasah keterampilan nonteknis (soft skill) seperti komunikasi, kepemimpinan, serta manajemen waktu.

Penghasilan yang diperoleh dari bekerja juga dapat menjadi modal untuk melanjutkan studi tanpa sepenuhnya bergantung pada beasiswa. Selain itu, pengalaman kerja membantu seseorang menentukan bidang spesialisasi yang benar-benar diminati sebelum menempuh studi lanjutan, sehingga pendidikan S2 menjadi lebih terarah.

Masing-masing pilihan memiliki tantangan tersendiri. Melanjutkan S2 tanpa jeda berisiko menimbulkan kejenuhan akademik serta minimnya pengalaman praktis. Sebaliknya, bekerja terlebih dahulu dapat membuat rencana studi lanjutan tertunda karena faktor kenyamanan finansial atau kesibukan pekerjaan.

Oleh karena itu, kesiapan mental, kondisi finansial, serta target jangka panjang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan.

Tidak ada pilihan yang sepenuhnya benar atau salah. Keputusan terbaik bergantung pada tujuan pribadi dan rencana karier masing-masing individu. Jika profesi yang diincar mensyaratkan gelar tinggi, melanjutkan S2 bisa menjadi langkah strategis. Namun, jika ingin segera mandiri dan membangun pengalaman profesional, bekerja lebih dahulu merupakan opsi realistis.

Menyusun rencana lima hingga sepuluh tahun ke depan dapat membantu memperjelas arah dan menentukan prioritas, apakah gelar atau pengalaman yang lebih mendesak untuk dikejar.

Pada akhirnya, gelar dan pengalaman sama-sama memiliki peran penting dalam perjalanan karier. Perbedaannya hanya pada urutan dan waktu yang dipilih untuk mencapainya.