Ticker

8/recent/ticker-posts

Konsep Pemikiran Ekonomi Presiden di WEF Davos

Implementasi Yurisdiksi Virtual Arbitrase Pada Singapure International Arbitration Center (SIAC)

 


Opini oleh Ramses Terry-  Indonesian Mining Lawyer Legal Consultant Association, Indonesian Mining Experts Association, Deputy Chairman of the Legal and Investment Committee of the Central Executive Board of the Indonesian Advocates Association, Mediator and Arbitrator of the Indonesian Financial Industry.


Tepatnya 1 Januari 2025, Singapore International Arbitration Centre (SIAC) resmi memberlakukan SIAC Rules 2025 yang membawa sejumlah inovasi penting dalam mekanisme penyelesaian sengketa. Aturan baru ini menjadi penting karena Singapore kerap dipilih sebagai seat of arbitration oleh para pihak dari Indonesia dengan penggunaan SIAC Rules sebagai aturan prosedural yang mengatur jalannya arbitrase.


Hadirnya SIAC Rules 2025 memberi opsi yang lebih praktis bagi para pihak dalam menyelesaikan sengketa. Dengan streamlined procedure maupun expedited procedure, penyelesaian bisa ditempuh dalam waktu yang jauh lebih singkat dengan biaya yang lebih terukur. Bagi perusahaan yang membutuhkan kepastian bisnis, jalur ini jelas lebih menarik dibanding proses arbitrase biasa yang cenderung panjang.


Selain itu, presensi emergency arbitration dan otoritas untuk menerbitkan protective orders memastikan kepentingan para pihak tetap dilindungi dari awalnya, misalnya untuk menjaga aset atau bukti yang penting. Gabungan kedua-strana tersebut membuat SIAC semakin dilihat sebagai forum arbitrase yang cepat, efisien, sekaligus adaptif terhadap kebutuhan praktik bisnis internasional, termasuk bagi pihak dari Indonesia.


Singapure International Arbitration Center (SIAC) yaitu merupakan lembaga yang mengelola proses abitrase yang sangat beruputasi global di Singapur, yang didirikan pada tahun 1991. SiAC merupakan lembaga independen yang memiliki track record dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, efisien, dan jasa arbitrase netral untuk komunitas bisnis global. Kalau kita lihat ada beberapa negara  pebisnis seperti  Australia, Amerika Serikat, Hongkong, India serta belahan dunia lainnya, maka oleh dari itu, Singapure International Arbitartion Center (SIAC) telah menyiapkan arbiter bukan hanya dari Singapur aja, melainkan ada dari negara negara maju lainnya, seperti Austrlia, Inggris, Jepang, Belgia, Amerika Serikat dan dari Singapur itu sendiri.


Dalam proses beracara arbitrase di Singapure International Arbitration Center (SIAC), harus mengikuti aturan ad hoc yang dimiliki oleh Negara Singapur tersebut. Dikarenakan sebagian besar perkaranya di atur dan berlandaskan peraturan Arbitrase yang dipakai oleh singapur yang di adopsi oleh para pihak di dalam melakukan perjanjian aebitrase. Singapure International Arbitration Center (SIAC) bisa mengatur arbitrase berdasarkan aturan lainnya yang disepakati oleh para pihak. Oleh karena itu, para pihak juga dapat memanfaatkan fitur fitur yang ada di dalam situs resmi Singapure International Arbitration Center (SIAC), yang salah satunya adalah kalkulator bagi para pihak untuk memperkirakan biaya biaya yang harus di bayar bila perkara di Singapure International Arbitration Center (SIAC) berdasarkan nilai sengketa dan jumlah arbiter yang di pilih.


Pada tanggal 31 Agustus 2020 Presiden Singapure International Arbitration Center (SIAC) Cary Born menyampaikan terkait Rilis Dokumen yang berjudul Taking Your Arbitration Remote merupakan panduan Singapure International Arbitration Center (SIAC) yaitu terkait pedoman prosedural Arbitration Virtual yang ditujukan untuk Singapure International Arbutration Center (SIAC) berinovasi di bidang arbitrase international dan untuk melayani komunitas arbitrase secara keseluruhan dengan lebih baik dan efisien.


Singapure International Arbitration Center (SIAC) dalam melakukan proses pemeriksaan virtual dapat bervariasi dan tergantung pada jenis perselisihan dan preferensi para pihak arbitrase. Dalam panduan Singapure International Arbitration Center (SIAC) tahun 2020 yaitu dirancang untuk membantu para pihak untuk mengidentifikasi  pertimbangan utama yang dapat mempengaruhui penerapan teknologi virtual dan mendorong diskusi antara para pihak dan tribunal tentang prosedur yang paling sesuai untuk kasus khusus yang mereka alami. Teknologi pemeriksaan virtual, jika digunakan dengan tepat, dan dapat memfasilitasi dan membanti proses penyelesaian sengketa para pihak dengan cara adli, cepat, dan ekonomis.


Dasar hukum:

1. A Ogus.1994. Regulation, Legal Form and Economic Theory, Oxford, Clarendon Pers

2. Catherina Valcke, 2004, Comparative Law as Comparative Jurisprudence, The Comparability of Legal Sistem

3. Bronwen Morgan dan Karen Yeung, 2007, An Introductions to Law and Regulation, Text and Materials, New York, Cambridge University Press.

4. Romli Atmasasmita, 2012, Teori Hukum Integratif, Rekontruksi Terhadap Teori Hukum Pembangunan dan Teori Hukum Progresif, Yogyakarta, Genta Publishing.

5. Satjcipto Raharjo, 2009. Sebuah Sintesa Hukum Indonesia, Yogyakadta, Genta Publishing.

6. http;//siac.org.sg/about-us/why-siac/our-vision-mission-core-values, diakses pada tanggal 9 Februari 2026.

7. Panduan SIAC 2020, Taking Your Arbitration, secara lengkap dapat di unduh melalui http;//siac.org.sg/images/stories/ducument/siac_guides/SIAC%20Giudes%20%20 Taking%20Your20Arbitration%20Remove%(Agust%202020).pdf.