by Shamsi Ali Al-Nuyorki*
As the month of Ramadan approaches, Muslims around the world prepare themselves for a period of fasting, spiritual reflection and growth. The Quran reminds us, "O you who have believed, fasting has been prescribed upon you" (2:183). During the month it is an opportunity to strengthen our faith, seek forgiveness, and cultivate a deeper connection with Allah.
Before Ramadan Arrives
The Prophet Muhammad (PBUH) prayed, "O Allah, bless us in Rajab and Sha'ban, and let us reach Ramadan." (Tirmidhi). This hadith is a reminder for us that preparation for Ramadan is crucial.
Here are several ways to do in the month of Sha’ban as a part of that preparation:
Observing recommended fasting. Aisha (RA) reported that the Prophet (PBUH) would fast frequently in Sha'ban, preparing for Ramadan. (Bukhari and Muslim)
Turn to Allah for Repentance. Purify our hearts (tazkiyah) and seek forgiveness for past sins.
Start reading Al-Qur'an. Ramadan is the month the Quran was revealed, a time to increase our recitation and understanding.
Train ourselves to give charity. Condition our hearts to give and help others.
Strength our Silaturrahim. Strengthen family ties and forgive one another.
The Blessings of Ramadan
Ramadan is a month of so many blessings. It is month of barokah (blessings), Rahmah (mercy), Magfirah (forgiveness). The month in which Jannah is Opened, Naar (hell) is Shut, and Shaitan (evils) are chained. More importantly it is month of devotion in worship and intimate connection with Allah. As the Quran mentions in Chapter 2:186.
To effectively utilize month of Ramadan here some important preparation to take:
Mindset preparation. Understand the true purpose of ibadah (worship). "I did not create the jinn and mankind except to worship Me" (Quran 51:56). Ibadah encompasses all aspects of life.
Spiritual Preparation (Tazkiyah an-Nafs). Focus on purifying the heart, the center of our life and ibadah. "Indeed, the actions are by intentions." (Bukhari)
Knowledge (Al-Ilm) preparation. Learn the rules and principles of fasting and ibadaat. Utilize available resources like ulama, halaqaat, and even online sources (articles, YouTube, etc.).
Goals of Fasting
For an effective and successful fasting, keep focus on the main goals of fasting. The two main goals of fasting are:
Blessings (rewards) and Jannah (Paradise). We observe fasting to get blessings and rewards from Allah, and enter into His Jannah (paradise).
Transformation of life through Taqwa (piety): Our fast should transform our lives into more pious both vertical and horizontal.
Taqwa as the ultimate goal of fasting (la’allakum tattaqun) includes both vertical and horizontal righteousness of life. It should impact three aspects of our life: 1). Iman (Faith) by Strengthening faith. 2). Ibadah (Worship) by improving our connection with Allah. 3). And akhlaq (moral conduct) by shaping our character.
I pray may our fasting be accepted and lead to a transformed life, filled with the blessings.
*Director, Jamaica Muslim Center/President, Nusantara Foundation
You may also listen to the Khutbah on the this topic here: https://youtu.be/cQCrv_qVB2U?si=B8XgufwI_nXxh389
-----------terjemahan-----------------
Persiapan Ramadan: Jalan Menuju Pertumbuhan Spiritual
Oleh Shamsi Ali Al-Nuyorki*
Menjelang bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk masa puasa, refleksi spiritual, dan pertumbuhan. Al-Quran mengingatkan kita, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa" (2:183). Selama bulan ini, kita memiliki kesempatan untuk memperkuat iman, memohon ampunan, dan mempererat hubungan dengan Allah.
Sebelum Ramadan Tiba
Nabi Muhammad SAW berdoa, "Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan izinkanlah kami mencapai bulan Ramadan." (Tirmidzi). Hadits ini mengingatkan kita bahwa persiapan Ramadan sangat penting.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan di bulan Sya'ban sebagai bagian dari persiapan tersebut:
Melaksanakan puasa yang dianjurkan. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW sering berpuasa di bulan Sya'ban, sebagai persiapan Ramadan. (Bukhari dan Muslim)
Bertaubat kepada Allah. Sucikan hati kita (tazkiyah) dan mohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu.
Mulailah membaca Al-Qur'an. Ramadan adalah bulan di mana Al-Qur'an diturunkan, waktu untuk meningkatkan bacaan dan pemahaman kita.
Latih diri kita untuk beramal. Kondisikan hati kita untuk memberi dan membantu orang lain.
Perkuat silaturahim kita. Perkuat ikatan keluarga dan saling memaafkan.
Keberkahan Ramadan
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan berkah. Ini adalah bulan barokah (berkah), rahmat (rahmat), dan pengampunan (maaf). Bulan di mana surga dibuka, naar (neraka) ditutup, dan setan (kejahatan) dirantai. Lebih penting lagi, ini adalah bulan pengabdian dalam ibadah dan hubungan yang erat dengan Allah. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an dalam Surah 2:186.
Untuk memanfaatkan bulan Ramadan secara efektif, berikut beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan:
Persiapan pola pikir. Pahami tujuan sebenarnya dari ibadah. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (Quran 51:56). Ibadah mencakup semua aspek kehidupan.
Persiapan Spiritual (Tazkiyah an-Nafs). Fokuslah pada penyucian hati, pusat kehidupan dan ibadah kita. “Sesungguhnya amal perbuatan itu berdasarkan niat.” (Bukhari)
Persiapan Ilmu (Al-Ilm). Pelajari aturan dan prinsip puasa dan ibadah. Manfaatkan sumber daya yang tersedia seperti ulama, halaqaat, dan bahkan sumber online (artikel, YouTube, dll.).
Tujuan Puasa
Untuk puasa yang efektif dan berhasil, tetap fokus pada tujuan utama puasa. Dua tujuan utama puasa adalah:
Keberkahan (pahala) dan Surga (Jannah). Kita berpuasa untuk mendapatkan berkah dan pahala dari Allah, dan masuk ke Surga-Nya.
Transformasi hidup melalui Taqwa (kesalehan): Puasa kita seharusnya mengubah hidup kita menjadi lebih saleh baik secara vertikal maupun horizontal.
Taqwa sebagai tujuan utama puasa (la’allakum tattaqun) mencakup kebaikan hidup secara vertikal dan horizontal. Hal ini seharusnya berdampak pada tiga aspek kehidupan kita: 1). Iman (Keyakinan) dengan memperkuat iman. 2). Ibadah (Penyembahan) dengan meningkatkan hubungan kita dengan Allah. 3). Dan akhlak (perilaku akhlak) dengan membentuk karakter kita.
Saya berdoa semoga puasa kita diterima dan membawa perubahan hidup yang penuh berkah.
*Direktur, Jamaica Muslim Center/Presiden, Nusantara Foundation
Anda juga dapat mendengarkan Khutbah tentang topik ini di sini: https://youtu.be/cQCrv_qVB2U?si=B8XgufwI_nXxh389

Social Plugin