Ticker

8/recent/ticker-posts

Konsep Pemikiran Ekonomi Presiden di WEF Davos

Indonesia Yang Tertaklukkan Tanpa Perang

Opini oleh: Saiful Huda Ems


Badan Intelijen Amerika (CIA) dan Israel (MOSSAD) sepertinya faham sekali tentang karakter Presiden Prabowo Subianto dan bagaimana menaklukkan negara Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar no.1 di dunia dan negara demokrasi terbesar no.3 di dunia. 


Tidak perlu mengirimkan ke Indonesia kapal perang induk yang besar-besar, ribuan tank, pesawat-pesawat tempur, rudal-rudal canggih, serta ribuan pasukan militer terlatih untuk menaklukkan Indonesia, agar bersedia menghargai, menghormati dan melindungi Negara Israel. 


Cukup undang saja Presiden Prabowo Subianto ke forum internasional terbatas, lalu puji-puji dia secara terbuka, beri tepuk tangan meriah, ajak foto bersama dengan Presiden Amerika dan beberapa pemimpin dunia, diminta berdiri di paling ujungpun tidak apa-apa. Maka lihatlah apa yang akan terjadi, bukan hanya Rp. 17 Triliun akan diserahkannya, melainkan pula Indonesia akan bertekuk lutut pada dua setan dunia itu: Amerika dan Israel !.


Presiden Prabowo Subiantopun akan berbalik menyanjung-nyanjung Amerika, bersedia membolak-balik fakta sejarah kemerdekaan Indonesia, dan mendukung penuh Israel, mempersilahkannya untuk membuka kantor perwakilan/diplomatiknya di Indonesia dlsb., meskipun selama ini Israel tiada henti-hentinya membantai warga Gaza/Palestina.


Jangan sekali-kali membandingkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di Indonesia, dengan kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Hosseini Khamenei. Itu ibarat membandingkan antara wajah Kepala MBG dengan wajah Shah Rukh Khan, yang satu kepalanya mirip buah rambutan dan banyak ide-ide ngibulnya, yang satunya lagi memang tampan menawan, hingga jadi dambaan kaum perempuan.


Iran meskipun dikepung kapal perang induk dan pesawat-pesawat tempur Amerika yang melegenda, lengkap dengan ribuan serdadunya, diancam berkali-kali oleh Donald Trump yang katanya mau menyerang Iran habis-habisan, dihujani kampanye negatif di beberapa negara sebagai negara penganut sesat Syiah, namun Iran tidak pernah seinchipun gentar dan mau menuruti apa saja yang dimaui oleh Amerika apalagi Israel !.


Bahkan di gurun-gurun yang terpencil, serta di perairan Selat Hormuz yang memisahkan antara Iran dan Uni Emirat Arab, dengan gagahnya, Iran melayani pamer persenjataan berat dengan Amerika. Kapal-kapal perang, drone-drone Shahed dan rudal-rudalnya yang modern, canggih, memiliki jangkauan tembak ribuan kilometer hingga memukau dunia dan membuat dengkul Donald Trump gemetaran. 


Maka tidak heranlah jika Donald Trump dan Benjamin Netanyahu gentar, lalu berusaha menarik mundur kembali beberapa Kapal Perang Induk Amerika di Selat Hormuz, serta berusaha mengganti pendekatan perangnya dengan pendekatan negosiasi yang lebih lembek, klemar-klemer ala Jokowi. 


Pantas saja jika para jenderal perang Amerikapun kehilangan nyali untuk perang dengan Iran dan mengakui, betapa berani dan kuatnya Iran, serta betapa berwibawa dan dihormatinya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Hosseini Khamanei oleh rakyatnya sendiri. 


Inilah perbandingan kekuatan leadership Ayatullah Ali Hosseini Khamanei di Iran, yang membawa pengaruh dan membanggitkan kepercayaan diri yang sangat kuat, positif dan besar bagi negara-negara lain di dunia, khususnya bagi negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, yang selama ini diperlakukan tidak adil oleh politik standar ganda Amerika. Dan inilah lemahnya leadership Presiden Prabowo Subianto yang hanya besar di mulut para penjilat-penjilatnya belaka ! 


Lalu pertanyaannya kemudian, sampai kapan kita bersedia dipimpin oleh Jenderal Gembos yang kerjaannya membangga-banggakan diri dan suka ngomel-ngomel ke rakyat kritisnya sendiri seperti ini? Indonesia takluk pada dua setan dunia: Amerika dan Israel dengan sedikitpun tanpa peperangan, namun cukup hanya memberikan pujian dan tepukan tangan pada presiden Prabowo Subianto saja. Memalukan sekali bukan? Sapere aude !...(SHE).


Saiful Huda Ems (SHE)/ 26 Februari 2026