JAKARTA— Pemilihan paruh waktu (midterm election) Amerika Serikat pada November 2026 diperkirakan berlangsung ketat. Namun, sejumlah pengamat menilai Partai Republik masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan dominasinya di Senat maupun Kongres AS.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan Partai Demokrat menghadapi tantangan besar untuk merebut kendali legislatif, terutama karena sejumlah kandidat Republik dinilai memiliki basis dukungan kuat di daerah pemilihannya.
“Menguasai Senat akan sulit, begitu pula merebut Kongres lantaran banyak kandidat yang mendapat dukungan Donald Trump cukup kuat di wilayah masing-masing,” kata Massie, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, Partai Republik berpotensi menambah sekitar 22 hingga 25 kursi di Kongres. Sementara di Senat, partai tersebut diperkirakan dapat mengamankan 52 sampai 55 kursi, meski masih dimungkinkan terjadi perubahan satu kursi.
Dalam sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertarungan utama, kandidat Republik disebut unggul tipis hingga cukup jauh dari lawan Demokrat mereka.
Di Texas, misalnya, kandidat Republik Ken Paxton disebut memimpin atas James Talarico dari Partai Demokrat dengan perolehan dukungan 52 persen berbanding 46 persen.
Sementara di Arizona, persaingan berlangsung ketat antara Ruben Gallego dari Demokrat dan Mark Lamb dari Republik. Lamb disebut unggul tipis dengan elektabilitas 50 persen dibanding 48 persen milik Gallego.
Di Kentucky, kandidat Republik Andy Barr unggul cukup jauh atas Gubernur Kentucky Andy Beshear yang diusung Demokrat, dengan selisih dukungan 56 persen berbanding 43 persen.
Adapun di Louisiana, Julia Letlow dari Partai Republik memimpin atas mantan Gubernur John Bel Edwards dari Demokrat dengan angka 55 persen berbanding 43 persen.
Partai Republik juga diperkirakan unggul di West Virginia melalui Alex Mooney yang memperoleh dukungan 54 persen atas Jim Justice dari Demokrat. Sementara di Florida, Byron Donalds dinilai memiliki posisi lebih kuat dibanding kandidat Demokrat Bill Nelson.
Massie menilai penataan ulang distrik pemilihan atau redistricting menjadi salah satu faktor penting yang menguntungkan Partai Republik, terutama di negara bagian selatan.
“Louisiana, Alabama, Georgia, Missouri, Mississippi, Kentucky, hingga Florida menjadi wilayah yang cukup diuntungkan melalui proses redistricting,” ujarnya.
Sebaliknya, upaya penataan ulang distrik yang didorong Partai Demokrat di Virginia disebut gagal setelah ditolak Mahkamah Agung AS melalui putusan dengan komposisi suara 6–3.
Dengan berbagai dinamika tersebut, Partai Republik diproyeksikan tetap unggul tipis di Kongres AS dengan komposisi sekitar 223–212 kursi atau 221–214 kursi.
Selain faktor elektoral dan redistricting, mundurnya sejumlah tokoh Demokrat juga dinilai dapat memengaruhi kekuatan partai itu pada pemilu mendatang. Beberapa nama yang disebut antara lain Eric Swalwell dari California dan Sheila McCormick dari Florida. Kekalahan Jasmine Crockett dalam pemilihan internal partai di Texas juga dinilai menjadi pukulan bagi Demokrat.

Social Plugin